Pustaka Metodologi
Idriss & Boulanger (2004, 2008)Geotechnical

Evaluasi Potensi Likuefaksi Berbasis SPT (Idriss & Boulanger)

Metodologi di balik kalkulator evaluasi potensi likuefaksi berbasis SPT menggunakan metode Idriss & Boulanger (2004, 2008) — perhitungan tegangan, faktor reduksi kedalaman, koreksi SPT, CSR, CRR, faktor keamanan, dan batasan.

Terakhir diperbarui: 20/9/2026

Buka kalkulator: Evaluasi Potensi Likuefaksi

Halaman ini mendokumentasikan formulasi sebagaimana diterapkan pada mesin perhitungan.

1. Ikhtisar

Kalkulator ini mengevaluasi potensi pemicuan likuefaksi akibat guncangan gempa (earthquake-induced liquefaction triggering) pada lapisan tanah pasiran menggunakan data uji penetrasi standar (SPT) berdasarkan prosedur yang dikembangkan oleh Idriss & Boulanger (2004, 2008).

  • Beban Gempa (Demand): Dinyatakan dalam bentuk Rasio Tegangan Siklik (), yaitu rasio tegangan geser siklik rata-rata yang ditimbulkan oleh gempa terhadap tegangan vertikal efektif awal.
  • Kapasitas Tanah (Resistance): Dinyatakan dalam bentuk Rasio Ketahanan Siklik (), yang diturunkan dari nilai -SPT terkoreksi energi dan beban terkoreksi kandungan halus ().
  • Faktor Keamanan ($FS$): Dihitung sebagai rasio . Nilai mengindikasikan bahwa likuefaksi berpotensi terpicu.

2. Profil Tegangan Tanah

Tegangan vertikal total dan tekanan air pori hidrostatik pada kedalaman pengujian dihitung berdasarkan posisi muka air tanah :

(1)
(2)
(3)
SimbolKeteranganSatuan
Kedalaman pengujian SPT dari permukaan tanahm
Kedalaman muka air tanahm
Berat isi total tanah di atas muka air tanahkN/m³
Berat isi jenuh tanah di bawah muka air tanahkN/m³
Berat isi air ()kN/m³
Tegangan vertikal totalkPa
Tekanan air pori awalkPa
Tegangan vertikal efektif awalkPa

Tabel 1. Variabel tegangan tanah.

3. Beban Gempa (Demand) — Rasio Tegangan Siklik ()

Rasio Tegangan Siklik () dihitung menggunakan persamaan Seed & Idriss (1971):

(4)

3.1 Faktor Reduksi Kedalaman ()

Faktor reduksi kedalaman memperhitungkan fleksibilitas kolom tanah. Idriss (1999) dan Idriss & Boulanger (2004, 2008) merumuskannya sebagai fungsi kedalaman dan magnitudo gempa :

(5)
(6)
(7)

Persamaan (5)–(7) berlaku untuk kedalaman . Untuk kedalaman , digunakan persamaan linier terpisah .

4. Ketahanan Tanah (Resistance) — Koreksi SPT &

4.1 Koreksi -SPT Lapangan

Nilai -SPT dilapangan dikoreksi terhadap efisiensi energi palu (), diameter lubang bor (), panjang batang (), dan jenis tabung sampel ():

(8)

Nilai kemudian dikoreksi terhadap tegangan efektif overburden menggunakan faktor :

(9)
(10)
(11)
SimbolKeteranganSatuan / Rentang Default
Nilai -SPT terukur di lapanganpukulan/30 cm
Koreksi energi palu (Default: )
Koreksi diameter lubang bor (Default: )
Koreksi panjang batang (Default: )
Koreksi tabung pengambil contoh (sampler) (Default: )
Tekanan atmosfer standar ()kPa
Eksponen tegangan efektif overburdenTeriterasi secara internal

Tabel 2. Faktor koreksi uji SPT.

Karena bergantung pada dan sebaliknya, eksponen diselesaikan secara iteratif hingga konvergen.

4.2 Koreksi Kandungan Halus (Fines Content)

Pengaruh kandungan halus (, persentase lolos ayakan No. 200) terhadap ketahanan likuefaksi dihitung menggunakan penyetaraan nilai tanah pasir bersih ():

(12)
(13)

4.3 Rasio Ketahanan Siklik Acuan ()

acuan untuk gempa dengan magnitudo dan tegangan efektif () dihitung dengan formula Idriss & Boulanger (2008):

(14)

4.4 Penyesuaian Terhadap Magnitudo Gempa

disesuaikan dengan magnitudo gempa aktual menggunakan Faktor Skala Magnitudo (Magnitude Scaling Factor, ):

(15)
(16)
(17)

5. Evaluasi Faktor Keamanan ()

(18)
Nilai Faktor Keamanan ()Status Potensi Likuefaksi
AMAN / TIDAK TERPIKU (Kapasitas tanah melebihi beban gempa)
RISIKO LIKUEFAKSI / TERPIKU (Beban gempa melampaui kapasitas tanah)

Tabel 3. Kriteria evaluasi likuefaksi.

6. Alur Perhitungan

  1. Input Data: Menerima input kedalaman , kedalaman air tanah , unit weight tanah (), parameter gempa (), data SPT (), dan faktor koreksi alat ().
  2. Hitung Tegangan: Menghitung , , dan pada kedalaman .
  3. Hitung Beban Gempa ($CSR$): Menghitung faktor reduksi dan menentukan dengan Persamaan (4).
  4. Iterasi Koreksi SPT: Menghitung , melakukan iterasi penentuan , , dan hingga nilai konvergen.
  5. Hitung Ketahanan Tanah ($CRR$): Menentukan dari , menghitung , dan menghitung terkoreksi.
  6. Hitung $FS$ & Verifikasi: Menghitung dan menentukan status pemicuan likuefaksi.

7. Asumsi dan Batasan

  • Keberlakuan Lapisan Tanah: Metode ini dikembangkan khusus untuk tanah pasiran non-kohesif dan lanau berpasir non-plastis. Untuk tanah lempung atau lanau plastis (), kriteria pemicuan berbasis perilaku kohesif (seperti kriteria Bray & Sancio) lebih sesuai.
  • Batasan Kedalaman: Formula paling andal untuk kedalaman . Analisis untuk harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Efek Tekanan Overburden Tinggi ($K_\sigma$): Kalkulator ini berasumsi . Untuk tegangan vertikal efektif yang sangat tinggi (), faktor koreksi tambahan harus diperhitungkan.
  • Kondisi Muka Air Tanah: Likuefaksi hanya terjadi pada tanah jenuh air (). Jika titik pengujian berada di atas muka air tanah (), tanah dianggap tidak mengalami likuefaksi akibat ketiadaan tekanan air pori berlebih.

Terapkan metodologi ini: Evaluasi Potensi Likuefaksi

Referensi

  1. Idriss, I. M., & Boulanger, R. W.. (2004). Semi-empirical procedures for evaluating liquefaction potential during earthquakes. Proceedings of the 11th International Conference on Soil Dynamics & Earthquake Engineering
  2. Idriss, I. M., & Boulanger, R. W.. (2008). Soil Liquefaction During Earthquakes. Earthquake Engineering Research Institute (EERI), Monograph MNO-12
  3. Seed, H. B., & Idriss, I. M.. (1971). Simplified procedure for evaluating soil liquefaction potential. Journal of the Soil Mechanics and Foundations Division, ASCE, 97(9), 1249-1273