1. Ikhtisar
Halaman ini mendokumentasikan formulasi sebagaimana diterapkan pada mesin perhitungan. Gunakan Kalkulator: Axial Bearing Capacity of Rock-Socketed Piles
Tiang bor (drilled shaft) disoket ke dalam batuan untuk membatasi perpindahan aksial, meningkatkan kapasitas beban, dan/atau memberikan fiksitas terhadap beban lateral. Kalkulator ini mengikuti prosedur AASHTO (2002), Standard Specifications for Highway Bridges, 17th Edition, Pasal 4.6.5.
- Pada beban tekan aksial, beban umumnya dipikul sepenuhnya oleh tahanan selimut (side resistance) pada soket batuan sampai terjadi penurunan tiang total () sekitar 0.4 inci ( 1 cm). Pada perpindahan ini, tahanan selimut ultimit () termobilisasi penuh dan terjadi slip antara beton dan batuan. Beban tambahan setelahnya dipikul oleh tahanan ujung (tip resistance).
- Tahanan selimut dari lapisan tanah di atas soket batuan diabaikan — hanya bagian tiang yang tersoket dalam batuan () yang diperhitungkan memberikan tahanan selimut.
- Prosedur ini mengasumsikan soket dikonstruksi pada batuan yang cukup sehat (tidak cepat terdegradasi akibat konstruksi dan/atau paparan udara/air) dan dibersihkan sebelum pengecoran beton (bebas dari tanah dan puing). Bila batuan mudah terdegradasi, perlu dipertimbangkan prosedur konstruksi khusus, dimensi soket yang lebih besar, atau kapasitas soket yang direduksi.
- Kalkulator ini memodelkan satu tiang tunggal (bukan kelompok tiang).
2. Tahanan Selimut (Pasal 4.6.5.3.1)
| Simbol | Keterangan | Satuan |
|---|---|---|
| Tahanan selimut ultimit soket batuan | kN | |
| Diameter soket batuan | m | |
| Panjang soket batuan | m | |
| Tahanan geser satuan ultimit sepanjang bidang kontak tiang/batuan | kPa |
Tabel 1. Variabel tahanan selimut.
Untuk beban angkat (uplift), dari soket batuan dibatasi hingga (lihat §6).
2.1 Kuat Tekan Desain ()
Desain soket batuan didasarkan pada kuat tekan bebas massa batuan () atau beton, mana yang lebih lemah ():
dengan adalah kuat tekan beton yang ditetapkan pengguna.
| Simbol | Keterangan | Satuan |
|---|---|---|
| Kuat tekan uniaksial massa batuan | MPa | |
| Kuat tekan uniaksial batuan utuh (intact rock) | MPa | |
| Faktor reduksi dari kuat/modulus batuan utuh ke massa batuan | — | |
| Rock Quality Designation | % |
Tabel 2. Variabel kuat tekan desain.
3. Hubungan terhadap (Gambar 4.6.5.3.1A)
AASHTO merujuk Gambar 4.6.5.3.1A (Horvath et al., 1983) untuk menentukan dari — sebuah grafik log-log dengan dua garis batas (bawah dan atas), bukan persamaan tertutup yang dipublikasikan.
Kalkulator ini mendigitalisasi kedua garis tersebut secara manual (hasil pembacaan visual dari grafik yang difoto, dikalibrasi terhadap beberapa titik acuan berlabel pada grafik) menjadi pendekatan bentuk pangkat:
| Batas | ||
|---|---|---|
| Minimum (garis bawah) | 1.592 | 0.567 |
| Maximum (garis atas) | 2.477 | 0.535 |
Tabel 3. Koefisien hasil digitalisasi Gambar 4.6.5.3.1A.
Pengguna memilih salah satu dari Minimum, Average, atau Maximum pada kalkulator untuk menentukan yang digunakan pada Persamaan (1).
4. Tahanan Ujung (Pasal 4.6.5.3.2)
| Simbol | Keterangan | Satuan |
|---|---|---|
| Tahanan ujung ultimit soket batuan | kN | |
| Koefisien dari Tabel 4.4.8.1.2A | tanpa satuan | |
| Kuat tekan uniaksial batuan utuh | MPa | |
| Luas ujung tiang | m² |
Tabel 4. Variabel tahanan ujung.
Nilai idealnya ditentukan dari hasil uji laboratorium inti batuan yang diambil dalam jarak dari dasar tiang. Bila lapisan batuan pada rentang ini bervariasi kekuatannya, gunakan batuan dengan kapasitas terendah.
5. Berat Tiang
| Simbol | Keterangan | Satuan |
|---|---|---|
| Berat tiang | kN | |
| Berat isi beton | kN/m³ | |
| Luas penampang tiang (diasumsikan konstan sepanjang , sama dengan pada §4) | m² | |
| Panjang total tiang, dari dasar pile cap sampai ujung tiang | m |
Tabel 5. Variabel berat tiang.
6. Kapasitas Aksial (Pasal 4.6.5.1)
dengan ditetapkan terpisah untuk kondisi tekan dan angkat.
7. Geometri Tiang
- — diameter soket batuan (diasumsikan sama dengan diameter tiang penuh, digunakan juga untuk menghitung dan ).
- — panjang soket, diukur di dalam batuan saja.
- — panjang total tiang, dari dasar pile cap sampai ujung tiang (mencakup bagian pada tanah di atas batuan maupun bagian soket di dalam batuan).
8. Alur Perhitungan
- Menghitung dari (Persamaan 4), lalu (Persamaan 3).
- Menentukan (Persamaan 2).
- Menghitung dari menggunakan pendekatan digitalisasi Gambar 4.6.5.3.1A (Persamaan 5–6), sesuai pilihan Minimum/Average/Maximum pengguna.
- Menghitung (Persamaan 1).
- Menghitung dan (Persamaan 7), dengan sebagai input manual.
- Menghitung volume dan berat tiang (Persamaan 8).
- Menghitung untuk kondisi tekan dan angkat (Persamaan 9).
- Membagi dengan faktor keamanan masing-masing untuk memperoleh (Persamaan 10).
- Membandingkan beban terapan (tekan dan angkat) terhadap masing-masing untuk verifikasi.
9. Asumsi dan Batasan
- Kalkulator ini memodelkan satu tiang tunggal, bukan kelompok tiang atau efek interaksi antar-tiang.
- $q_{SR}$ adalah hasil digitalisasi manual Gambar 4.6.5.3.1A (Horvath et al., 1983), bukan rumus baku yang dipublikasikan — lihat §3.
- $N_{ms}$ adalah input manual — kalkulator tidak menerapkan logika otomatis RMR/NGI/RQD → kategori kualitas batuan → kolom jenis batuan (A–E) dari Tabel 4.4.8.1.2A/B. Pengguna bertanggung jawab memilih nilai yang sesuai.
- Diameter tiang diasumsikan konstan () di sepanjang untuk perhitungan berat — tidak ada dukungan untuk tiang dengan diameter bertingkat.
- Tidak ada koreksi muka air tanah pada mesin perhitungan ini — berbeda dari kalkulator daya dukung fondasi dangkal (Terzaghi/Hansen/Meyerhof) di situs ini yang menggunakan prosedur Bowles (1996).
- Prosedur ini mengasumsikan soket batuan dikonstruksi dengan baik pada batuan yang relatif sehat dan bersih dari puing — lihat catatan konstruksi di §1.
- Penurunan (settlement) tidak dievaluasi secara eksplisit — nilai inci disebutkan hanya sebagai konteks mobilisasi tahanan selimut.
- Nama field pada tab "Concrete Properties" (, ) dan tab "Loads"/"Factor of Safety" (, , , ) mengikuti konvensi yang diasumsikan pengembang.
Referensi
- AASHTO. (2002). Standard Specifications for Highway Bridges, 17th Edition — Articles 4.6.5.1, 4.6.5.3.1, 4.6.5.3.2, Eq. 4.4.8.2.2-4. American Association of State Highway and Transportation Officials
- Horvath, R. G., Kenney, T. C., and Kozicki, P.. (1983). Method of Improving the Performance of Drilled Piers in Weak Rock (source of Figure 4.6.5.3.1A). Canadian Geotechnical Journal
- Hoek, E.. (1983). Strength of jointed rock masses (basis for Table 4.4.8.1.2A, Nms coefficients). Géotechnique
- GeoCalc. Pile Rock Bearing Capacity theory. Web reference. https://www.geocalc.app/pile-rock-bc-theory
